Selasa, 31 Mei 2011

tugas karya ilmiah (MK:TPI) - PEMANFAATAN ECENG GONDOK SEBAGAI TUMBUHAN YANG MEMILIKI NILAI GUNA DAN BISNIS

BAB I
PENDAHULUAN

1.  LATAR BELAKANG
Eceng gondok atau enceng gondok (Latin:Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Selain dikenal dengan nama eceng gondok, di beberapa daerah di Indonesia, eceng gondok mempunyai nama lain seperti di daerah Palembang dikenal dengan nama Kelipuk, di Lampung dikenal dengan nama Ringgak, di Dayak dikenal dengan nama Ilung-ilung, di Manado dikenal dengan nama Tumpe. Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon Brasil. Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya.
Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 - 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut
Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat mentolerir perubahan yang ektrim dari ketinggian air, laju air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO). Kandungan garam dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok seperti yang terjadi pada danau-danau di daerah pantai Afrika Barat, di mana eceng gondok akan bertambah sepanjang musim hujan dan berkurang saat kandungan garam naik pada musim kemarau.
Akibat-akibat negatif yang ditimbulkan eceng gondok antara lain:
  • Meningkatnya evapotranspirasi (penguapan dan hilangnya air melalui daun-daun tanaman), karena daun-daunnya yang lebar dan serta pertumbuhannya yang cepat.
  • Menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air (DO: Dissolved Oxygens).
  • Tumbuhan eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan.
  • Mengganggu lalu lintas (transportasi) air, khususnya bagi masyarakat yang kehidupannya masih tergantung dari sungai seperti di pedalaman Kalimantan dan beberapa daerah lainnya.
  • Meningkatnya habitat bagi vektor penyakit pada manusia.
  • Menurunkan nilai estetika lingkungan perairan.
  • Dikenal sebagai tanaman gulma air, karena pertumbuhannya yang begitu cepat sehingga menutupi permukaan air.
·          Menimbulkan permasalahan lingkungan lainnya, seperti cepatnya penguapan perairan.

2.  RUMUSAN MASALAH
            Berdasarkan uraian di atas, maka penulis mencoba mengindentifikasi permasalahan sebagai berikut:
·        Bagaimana caranya menanggulangi efek negatif dari tumbuhan eceng gondok?
·        Apakah ada dampak positif atau manfaat yang terdapat pada tumbuhan eceng gondok?
·        Apakah tumbuhan eceng gondok ini dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna dan komersial (bisnis)?

3.  TUJUAN PENELITIAN
            Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan penelitian ini antara lain:
1.    Untuk mengetahui cara penanggulangan dampak negatif pada tumbuhan eceng gondok.
2.    Untuk menganalisis dampak positif pada tumbuhan eceng gondok.
3.    Untuk mengetahui pemanfaatan eceng gondok menjadi barang yang memiliki nilai guna dan komersial (bisnis).

BAB II
PEMBAHASAN

1.    Cara Penanggulangan Dampak Negatif dari Tumbuhan Eceng Gondok.
a.    Menggunakan herbisida.
b.    Mengangkat eceng gondok tersebut secara langsung dari lingkungan perairan
c.    Menggunakan predator (hewan sebagai pemakan eceng gondok), salah satunya adalah dengan menggunakan ikan grass carp (Ctenopharyngodon idella) atau ikan koan. Ikan grass carp memakan akar eceng gondok, sehingga keseimbangan gulma di permukaan air hilang, daunnya menyentuh permukaan air sehingga terjadi dekomposisi dan kemudian dimakan ikan. Cara ini pernah dilakukan di danau Kerinci dan berhasil mengatasi eceng gondok di danau tersebut.
d.    Memanfaatkan eceng gondok tersebut,dll.

2.    Dampak positif atau manfaat yang terdapat pada tumbuhan eceng gondok.
            Meskipun tumbuhan yang lebih sering dianggap sebagai tumbuhan pengganggu kawasan perairan ini memiliki banyak dampak negatif, ternyata eceng gondok memiliki berbagai manfaat,diantaranya:
·         Eceng gondok mampu menetralkan limbah rumah tangga dan industri.
·         Menyerap uranium dan mercirium, dua zat yang sangat berbahaya bila mencemari perairan.
·         Pembersih polutan logam berat.
Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat. Rangkaian penelitian seputar kemampuan eceng gondok oleh peneliti Indonesia antara lain oleh Widyanto dan Susilo (1977) yang melaporkan dalam waktu 24 jam eceng gondok mampu menyerap logam kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan nikel (Ni), masing- masing sebesar 1,35 mg/g, 1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g bila logam itu tak bercampur. Eceng gondok juga menyerap Cd 1,23 mg/g, Hg 1,88 mg/g dan Ni 0,35 mg/g berat kering apabila logam-logam itu berada dalam keadaan tercampur dengan logam lain. Lubis dan Sofyan (1986) menyimpulkan logam chrom (Cr) dapat diserap oleh eceng gondok secara maksimal pada pH 7. Dalam penelitiannya, logam Cr semula berkadar 15 ppm turun hingga 51,85 persen.
·         Mampu menyerap residu pestisida.
·         Eceng gondok dapat diolah menjadi bahan pembuatan kertas, kompos, biogas, perabotan, kerajinan tangan,
·         Sebagai media pertumbuhan bagi jamur merang, dsb.
·         Eceng gondok kaya asam humat yang menghasilkan Senyawa Fitohara yang mampu mempercepat pertumbuhan akar tanaman.
·         Eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.


3.  Pemanfaatan eceng gondok menjadi barang yang memiliki nilai guna dan komersial (bisnis).
a.   Eceng gondok dapat dimanfaatkan menjadi bahan kerajinan yang menguntungkan. Keuntungan bahan kerajinan tangan dari eceng gondok adalah sebagai berikut:
·         Bahannya mudah di dapat
·         Harganya murah
·         Harga jual kerajinan tinggi
·         Pengerjaannya mudah
·         Kerajinan eceng gondok sangat unik dan menarik
b.   Kerajinan dari eceng gondok bisa dimanfaatkan sebagai peluang bisnis.
c.   Banyaknya potensi alam tanaman eceng gondok dan peluang ekonomi yang cukup menjanjikan membuat sentra kerajinan eceng gondok dibeberapa tempat. Hanya perlu lebih diintensifkan lagi agar meningkatkan ekonomi bisnis usaha kecil dan rumah tangga.
d.   Kerajinan eceng gondok dapat berupa; anyaman,tas,sendal,bahan pembuatan kertas,dompet, furniture, mebel, dan lain-lain.






BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

1.  Kesimpulan
                   Berdasarkan pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
a.    Enceng gondok merupakan serat alam yang ramah lingkungan sehingga aman untuk bahan kerajinan dan menjadi trend bisnis kedepan.
b.    Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, eceng gondok memiliki banyak manfaat, seperti :
·           Eceng gondok mampu menetralkan limbah rumah tangga dan industri.
·           Menyerap uranium dan mercirium, dua zat yang sangat berbahaya bila mencemari perairan.
·           Pembersih polutan logam berat.
·           Mampu menyerap residu pestisida.
·           Eceng gondok dapat diolah menjadi bahan pembuatan kertas, kompos, biogas, perabotan, kerajinan tangan.
·           Sebagai media pertumbuhan bagi jamur merang, dsb.
·           Eceng gondok kaya asam humat yang menghasilkan Senyawa Fitohara yang mampu mempercepat pertumbuhan akar tanaman.
·         Eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
c.    Dampak negatif dari eceng gondok dapat ditanggulangi dengan cara;
·         Menggunakan herbisida.
·         Mengangkat eceng gondok tersebut secara langsung dari lingkungan perairan.
·         Menggunakan predator (hewan sebagai pemakan eceng gondok),
·         Memanfaatkan eceng gondok tersebut,dll.
2.   Saran
a.    Diharapkan kepada seluruh pengusaha kerajinan eceng gondok dapat terus meningkatkan kualitas produk untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.
b.    Para pengusaha kerajinan,khususnya pengusaha eceng gondok dapat lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Indonesia.
c.    Pengusaha dapat memberikan pelatihan intensif kepada masyarakat mengenai wirausaha eceng gondok.


DAFTAR PUSTAKA

Fratelo. 2010. Enceng Gondok, (Online), (http://archive.kaskus.us/thread/3449869, diakses 7 Januari 2011).

Fadholi, A. 2009. Kerajinan Enceng Gondok, (Online), (http://ariffadholi.blogspot.com/2009/10/kerajinan-enceng-gondok.html, diakses 7 Januari 2011).

Galeriukm. 2010. Bisnis Kerajinan Enceng Gondok, (Online), (http://galeriukm.web.id/unit-usaha/handicraft/bisnis-kerajinan-enceng-gondok, diakses 7 Januari 2011).

Wikipedia. 2010. Eceng Gondok, (Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Eceng_gondok, diakses 7 Januari 2011).



CONTROLLING (PENGAWASAN)

 Pengawasan

v  Administrative control
Yaitu pengawasan mengenai gerak-gerik dalam rangka tujuan organisasi dan dalam rangka kebijaksanaan megenai sikap, kelakuan dan cara berpikir.
v  Operative control
Yaitu pengawasan megenai perbuatan atau cara bekerja. Jadi tidak mengenai sikap dan kelakuan, melainkan mengenai operasi.


Objek Pengawasan

Ditinjau dari objeknya, maka pengawasan dapat dilakukan terhadap:
v  Produk
Ini untuk mengetahui bagaimana kawalitas dan kwantitas dari produksi, maksudnya: walaupun kita mengutamakan kwantitas, jangan sampai meninggalkan kwalitas. Sering terjadi karena orang mengejar kwantitas, maka kwalitas jadi menurun.
v  Uang
Ini dilakukan mengenai ongkos-ongkos yang mudah berubah.
v  Waktu
Dalam hal ini titik berat ditinjau dari sudut penggunaan waktu. Seandainya menurut rencana dikerjakan 2 jam, apakah waktu itu tepat atau tidak. Sehingga dengan demikian pekerjaan berjalan dengan effisien.
v  Orang
Ini merupakan pengawasan yang paling sulit. Makin lihai orang yang diawasi , makin banyak problema yang dihadapi. Pengwasan mengenai orang  dapat dilakukan secara langsung atau pun tak langsung. Pengawasan langsung misalnya dijalankan oleh seorang kepala dibawahnya. Pengawasan tak langsung misalnya kalau  pengawasan dilakukan oleh seorang kepala bagian dengan melalui sub seksi. Pengawasan mengenai orang ini dimaksudkan untuk mengetahui kegiatan orang itu, apakah sejalan dengan garis yang telah ditetapkan atau tidak.


Macam-macam pengawasan

v  Pengawasan intem
Biasanya pengawasan ini dilakukan oleh kepala bagian/seksi terhadap kolega-kolega
yang dibawah pimpinannya.
v  Pengawasan extem
Yaitu pengawasan yang dilakukan oleh pihak luar dari bagian. Misalnya kepala urusan pegawai melakukan pengawasan terhadap seorang pegawai dari salah satu seksi. Dalam administrasi Negara pengawasan terhadap setiap lembaga mengenai uang dan harta milik Negara dilakukan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan.
v  Pengawasan formil
Pengawasan ini dilakukan oleh instansi/pejabat yang berwenang dan dapat dilakukan secara intern maupun exterm.
Misalnya Badan Pemeriksaan Keuangan yang berwenang mengadakan pengawasan terhadap setiap lembaganegara mengenai milik pemerintah. Dibidang swasta pengawasan dilakukan oleh komisaris.
v  Pengawasan informal
Pengawasan ini dilakukan oleh masyarakat baik langsung maupun tidak langsung. Misalnya melalui surat-surat kabar, majalah-majalah. Memang dalam alam demokrasi masyarakat harus diberi kesempatan untuk turut mengawasi. Pengawasan/oleh masyarakat ini biasa disebut “sosial control”.
Ditinjau dari segi timing, pengawasan dapat dilakukan dengan dua jalan yaitu:
·         Secara preventif, dalam hal ini pengawasan dilakukan sebelum terjadi suatu tindakan, agar hal yang tak diinginkan tidak terjadi.
·         Secara represif. Dalam hal ini pengawasan dilakukan setelah terjadi sesuatu tindakan, agar suatu kesalahan tidak terulang lagi.

Minggu, 01 Mei 2011

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PERTANIAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Iklim merupakan peluang statistik berbagai keadaan atmosfer anatara lain suhu, tekanan, angin, kelembaban yang terjadi di suatu daerah selama kurun waktu yang panjang. Perubahan iklim bisa terjadi karena proses alam internal maupun kekuatan dan tingkah laku aktivitas manusia yang terus menerus mengubah komposisi atmosfer dan tata guna lahan.
Perubahan iklim ini merupakan ancaman bagi bumi, karena dapat memengaruhi semua aspek kehidupan. Dan tentu saja akan merusak keseimbangan kehidupan bumi.Perubahan iklim adalah terjadinya perubahan kondisi atmosfer, seperti suhu, san cuaca yang menyebabkan suatu kondisi yang tidak menentu. Perubahan ini sangat berdampak luas bagi kehidupan manusia dalam berbagai sektor .
Perubahan iklim juga dapat dikatakan sebagai, keadaan dimana temperatur di bumi mengalami kenaikan dan pergeseran musim. Kenaikan temperatur ini akan menyebabkan terjadinya pemuaian massa air dan permukaan air laut.
Menurut IPCC(2001) menyatakan bahwa perubahan iklim merujuk pada variasi rata-rata kondisi iklim suatu tempat atau pada variabilitasnya yang nyata secara statistik untuk jangka waktu yang panjang (biasanya dekade atau lebih). Selain itu juga diperjelas bahwa perubahan iklim meungki terjadi karena proses alam internal maupun ada kekuatan eksternal, atau ulah manusia yang terus menerus merubah komposisi atmosfer atau tata guna lahan.
Perubahan iklim akan berdampak pada pergeseran musim, yakni semakin singkatnya musimhujan namun dengan curah hujan yang lebih besar. Sehingga, pola tanam juga akan mengalamipergeseran. Disamping itu kerusakan pertanaman terjadi karena intensitas curah hujan yang tinggi yangberdampak pada banjir dan tanah longsor serta angin.
Fluktuasi suhu dan kelembaban udara yang semakin meningkat yang mampu menstimulasipertumbuhan dan perkembangan organisme pengganggu tanaman.Serangan hama dan penyakit tanaman padi di beberapa tempat mengalami fluktuasi dan cenderungmeningkat dari tahun ke tahun.
Menurunnya kesejahteraan ekonomi petani. Dua hal diatas jelas merugikan petani dan sektorpertanian karena akan semakin menyusutkan dan menurunkan hasil pertanian yang berefek padamenurunnya pendapatan petani. Sebab perekonomian petani bergantung pada keberhasilan panen, jikaterjadi kegagalan maka petani akan merugi. Pengaruh kegagalan panen, bangkrutnya petani dan hargapangan yang makin meningkat dapat meruntuhkan prospek pertumbuhan ekonomi. Kondisi dimana hargabahan pangan dan komoditi lain yang tinggi tentu saja berakibat pada peningkatan inflasi. Semakinrawannya ketahanan pangan di Indonesia merupakan akibat semakin menurunnya luas lahan pertaniandan produktivitas lahan yang tidak mungkin ditingkatkan.


BAB II
PEMBAHASAN

Perubahan iklim merupakan sesuatu yang sulit untuk dihindari dan memberikan dampak terhadap berbagai segi kehidupan. Dampak ekstrem dari perubahan iklim terutama adalah terjadinya kenaikan temperatur serta pergeseran musim. Kenaikan temperatur menyebabkan es dan gletser di Kutub Utara dan Selatan mencair. Peristiwa ini menyebabkan terjadinya pemuaian massa air laut dan kenaikan permukaan air laut. Hal ini akan menurunkan produksi tambak ikan dan udang serta mengancam kehidupan masyarakat pesisir pantai.
Menurut IPCC (2001), perubahan iklim global ini sangat peka terhadap beberapa hal dalam sistem kehidupan manusia, yaitu (1) tata air dan sumberdaya air; (2) pertanian dan ketahanan pangan; (3) ekosistem darat dan air tawar; (4) wilayah pesisir dan lautan; (5) kesehatan manusia; (6) pemukiman, energi dan industri, dan pelayanan keuangan.
Dampak Perubahan Iklim Regional
Pola musim mulai tidak beraturan sejak 1991 yang mengganggu swasembada pangan nasional hingga kini tergantung import pangan. Pada musim kemarau cenderung kering dengan trend hujan makin turun salah satu dampak kebakaran lahan dan hutan sering terjadi. Meningkatnya muka air danau khususnya danau Toba makin susut dan mungkin danau/waduk lain di Indonesia, konsentrasi es di Puncak Jayawija Papua semakin berkurang dan munculnya kondisi cuaca ekstrim yang sering yang menimbulkan bencana banjir bandang dan tanah longsor di beberapa lokasi dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa kajian dari IPCC 4AR yang menyinggung Indonesia secara spesifik antara lain : Meningkatnya hujan di kawasan utara dan menurunnya hujan di selatan (khatulistiwa). Kebakaran hutan dan lahan yang peluangnya akan makin besar dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas El-Nino. Delta Sungai Mahakam masuk ke dalam peta kawasan pantai yang rentan. (Murdiyarso, 2007).


Dampak perubahan iklim terhadap pertanian

Diperkirakan produktivitas pertanian di daerah tropis akan mengalami penurunan bila terjadi kenaikan suhu rata-rata global antara 1-2o C sehingga meningkatkan risiko bencana kelaparan. Meningkatnya frekuensi kekeringan dan banjir diperkirakan akan memberikan dampak negatif pada produksi lokal, terutama pada sektor penyediaan pangan di daerah subtropis dan tropis. Terjadinya perubahan musim di mana musim kemarau menjadi lebih panjang sehingga menyebabkan gagal panen, krisis air bersih dan kebakaran hutan. Terjadinya pergeseran musim dan perubahan pola hujan, akibatnya Indonesia harus mengimpor beras. Pada tahun 1991, Indonesia mengimpor sebesar 600 ribu ton beras dan tahun 1994 jumlah beras yang diimpor lebih dari satu juta ton (KLH, 1998). Adaptasi bisa dilakukan dengan menciptakan bibit unggul atau mengubah waktu tanam. Peningkatan suhu regional juga akan memberikan dampak negatif kepada penyebaran dan reproduksi ikan.

Pengaruh perubahan iklim global khususnya terhadap sektor pertanian di Indonesia sudah terasa dan menjadi kenyataan. Perubahan ini diindikasikan antara lain oleh adanya bencana banjir, kekeringan (musim kemarau yang panjang) dan bergesernya musim hujan. Dalam beberapa tahun terakhir ini pergeseran musim hujan menyebabkan bergesernya musim tanam dan panen komoditi pangan (padi, palawija dan sayuran). Sedangkan banjir dan kekeringan menyebabkan gagal tanam, gagal panen, dan bahkan menyebabkan puso.
Perubahan iklim di suatu daerah diindikasikan pula oleh adanya variasi iklim musiman (seasonal variability). Dengan kata lain, variasi iklim musiman dapat dikatakan sebagai salah satu penyebab utama menurunnya produksti pertanian dalam arti luas terutama produktivitas tanaman pangan, perkebunan, kehutanan dan bahkan peternakan.
Perubahan iklim (anomali) akan membawa pengaruh pada intensitas dampak dan sangat tergantung pada tingkat penyimpangannya (ekstern atau tidak ekstern). Secara umum dampak penyimpangan iklim terhadap aspek-aspek penataan ruang, meliputi :

a) Pemanfaatan lahan budidaya, berupa penurunan atau bahkan kegagalan berproduksi
usaha pertanian, seperti :
• Kegagalan panen tanaman pangan akibat kekeringan.
• Kegagalan panen tanaman pangan akibat banjir.
• Penurunan produksi holtikultura akibat penyimpangan iklim yang mempengaruhi periode pembuahan.
• Kebakaran hutan yang memengaruhi produksi kayu dan hasil hutan.
• Kegagalan produksi kegiatan budidaya perikanan air tawar akibat kelangkaan air atau bahkan kebanjiran.

b) Penyimpangan iklim berupa curah hujan yang sangat rendah dibarengi peningkatan suhu udara, menyebabkan terjadinya kekeringan. Kekeringan potensial menjadi penyebab terjadinya :
• Penurunan ketersediaan air, yang akan mengganggu proses budidaya pertanian.
• Kebakaran hutan.
• Tidak maksimalnya operasionalisasi pembangkit tenaga listrik (PLTA).

Di Indonesia perubahan iklim yang lebih banyak dibahas adalah datangnya musim kemarau yang berkepanjangan, yang menyebabkan terjadinya kekeringan. Kekeringan menjadi ancaman kegagalan panen tanaman bahan pangan. Penyebab anomali iklim. Yang sering disebut El Nino, adalah naiknya suhu udara di Kawasan Asia Pasifik. Tahun 1997/1998 dan 1992/1993 Indonesia terkena dampak buruk dari bencana El Nino Southern Oscilliation (ENSO) berupa kekeringan yang amat hebat dan penurunan produksi beras lebih dari 30 persen yang menyebabkan import beras mencapai angka tertinggi 5,8 juta pada tahun 1998 (Bustanil Arifin, 2003).
Perubahan iklim akan memacu berbagai pengaruh yang berbeda terhadap jenis hama dan penyakit. Perubahan iklim akan mempengaruhi kecepatan perkembangan individu hama dan penyakit, jumlah generasi hama, dan tingkat inokulum patogen, atau kepekaan tanaman inang. Menurut Wiyono3 pengaruh iklim terhadap perkembangan hama dan penyakit tanaman dapat dikategorikan ke dalam tiga bentuk, yaitu
(1) eskalasi, di mana hama-penyakit yang dulunya penting menjadi makin merusak, atau tingkat kerusakannya menjadi lebih besar;
(2) perubahan status; dan
(3) degradasi. Patogen yang ditularkan melalui vektor perlu mendapat perhatian penting, kerusakan tanaman akan menjadi berlipat ganda akibat patogen dan serangga vektornya (Ghini 2005, Garrett et al. 2006).
Peningkatan suhu udara merangsang terjadinya ledakan serangga vektor. Oleh karenanya penyebaran dan intensitas penyakit diduga akan meledak. Indonesia memiliki beberapa penyakit penting yang ditularkan oleh vektor seperti virus kerdil pada padi, CVPD pada jeruk, dan yang lainnya. Selain mempengaruhi pertumbuhan dan aktivitas vektor, peningkatan suhu juga mendorong aktivitas patogen tertentu. Patogen yang memiliki adaptabilitas pada suhu yang cukup luas akan mudah beradaptasi dengan peningkatan suhu udara..






51 Keutamaan Dzikir

(1) Dengan dzikir akan mengusir setan.   (2) Dzikir mudah mendatangkan ridho Ar Rahman. (3) Dzikir dapat menghilangkan geli...